Home Budaya & Wisata Satu Warga Positif, Sarangan Ditutup Kembali

Satu Warga Positif, Sarangan Ditutup Kembali

366
0

MAGETAN. Belum genap satu bulan kawasan Telaga Sarangan dibuka, hari ini Jum’at (10/7) ditutup kembali. Penutupan objek wisata andalan Magetan ini usai salah satu warga Kelurahan Sarangan dinyatakan positif covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Drs Venly Tomy Nicholas, SH. MM mengatakan langkah tersebut diambil guna memastikan penyebaran covid-19 di wilayah ini dapat dikendalikan dan diputus dengan cepat. “Penutupan kawasan Sarangan terpaksa dilakukan setelah ada rekomendasi Gugus Tugas Covid19,” terangnya.
Apalagi setelah beberapa waktu lalu kawasan ini dibuka, masyarakat langsung antusias, bahkan sempat terjadi kemacetan. Sehingga perlu langkah penanganan agar Sarangan tidak menjadi kluster baru penyebaran covid-19.
Semula pada 22 Juni lalu kawasan Sarangan uji coba dibuka meski pandemi belum berakhir. Dengan mempertimbangkan agar sektor pariwisata kembali tumbuh dan perekonomian warga sekitar terus menggeliat.
Namun dengan ditemukannya warga terconfirm positif covid-19 menjadikan pemkab setempat mengambil langkah cepat. “Kami berharap agar warga dapat memahami dan bersabar hingga hasil tracking keluar,” tegasnya.
Bahwa mulai hari ini Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan tracking terhadap pasien, dengan siapa saja melakukan kontak langsung. “Kami berharap kerjasama semua pihak, semoga ada kabar baik sehingga Sarangan dapat dibuka kembali,” tambahnya.


Sementara itu Saif Muchlissun, S.Sos. MM Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Magetan mengatakan bahwa pasien tersebut kini telah dirawat di rumah sakit rujukan pemerintah Magetan. “Pasien ke-122 berasal dari Kec. Plaosan Spy 54 tahun Laki-laki, status awal adalah PDP,” ungkapnya.
Pihaknya sangat mengapresiasi penutupan kembali Sarangan. Agar mata rantai penyebaran dapat segera diputus.
Belum pasti sampai kapan kawasan ini ditutup. Mengingat pemerintah setempat bersama tim gugus tugas masih melakukan tracking dan memperketat wilayah.
Meski ada warga yang menentang, namun langkah harus diambil guna meminimalisir penyebaran virus di kawasan ini. Semua akses jalan menuju tempat wisata ditutup, hanya warga sekitar yang bisa keluar masuk. (pin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here